• Mendaftar
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
You are here: Home

Cekungan Bulan Cocok Untuk Koloni Manusia

E-mail Cetak PDF

bulanNEW YORK - Membangun sebuah rumah di kawah bulan atau laut bulan kelihatannya sungguh mengasyikkan. Namun, koloni manusia di bulan mungkin memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup jika mereka tinggal di lubang atau cekungan di bulan.

Kesimpulan itu hasil penelitian para ilmuwan internasional yang menemukan sebuah terowongan lahar bulan yang terlindung, menjorok ke dalam perut bulan dan berukuran besar.

Lokasi itu mungkin cocok untuk koloni manusia di bulan atau setidaknya menjadi stasiun antariksa di bulan. Lubang vertikal itu terletak di wilayah pegunungan vulkanik bulan, Marius Hills, dengan lebar 213 kaki dan diperkirakan memiliki kedalaman 260 kaki.

Penemuan terbaru itu dipublikasikan dalam Geophysical Research Letters,jurnal American Geophysical Union. Menurut para ilmuwan, lubang itu terlindung dari temperatur bulan yang ekstrem dan aman dari hantaman meteorit karena ada lapisan dinding lahar yang tipis. Menurut peneliti, lokasi itu membuat lubang yang cocok untuk dieksplorasi lebih lanjut.

”Lubang lahar bulan itu lokasi yang cocok untuk stasiun bulan di masa depan, apakah untuk eksplorasi lokal dan pengembangan atau sebagai pos terdepan dalam eksplorasi bulan,” tulis Junichi Haruyama, peneliti senior dari badan antariksa Jepang, JAXA.

”Lubang lahar yang utuh dapat menjadi tempat perlindungan dari lingkungan ekstrem di permukaan bulan seperti dampak hantaman meteorit, radiasi sinar ultraviolet yang memiliki energi menengah, partikel berbahaya, dan variasi suhu yang sangat ekstrem,” imbuh Haruyama. Banyak lubang sebelumnya telah ditemukan di bulan.

Namun, para ilmuwan mengatakan, lubang baru itu cukup aman karena memiliki dinding lahar dan tidak kelihatan mudah hancur jika terkena hantaman benda antariksa. Lubang yang berbentuk cekungan itu juga ada di bumi dan ditemukan di planet mars. Jika di bumi lubang semacam itu berbentuk gua besar dan terbentuk dari lahar yang mengalir, letusan gunung berapi, aktivitas gempa, dan jatuhnya meteorit. (andika hm)(Koran SI/Koran SI/rhs)

Sumber : oekzone.com

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 04 Januari 2010 15:14 )